Faktor Penentu Kinerja Manajerial: Studi pada Perguruan Tinggi Negeri di Jakarta.






Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara empiris pengaruh partisipasi dan konflik peran terhadap kinerja manajerial dan orientasi profesional dapat memoderasi hubungan partisipasi anggaran dan konflik peran terhadap kinerja manajerial.  Kinerja manajerial itu sendiri berperan para tenaga pengajar di Perguruan Tinggi mempunyai posisi yang cukup strategis, mereka selain sebagai dosen juga berperan sebagai manager pengelola institusi tersebut sehingga ada peran ganda dalam melakukan pekerjaan dalam lingkungan yang sama. Adanya peran ganda ini menyebabkan terjadi konflik peran yang mempengaruhi kinerja manajerial dalam pencapaian tujuan organisasi (Tjokorda, 2013). Kinerja manajerial adalah kemampuan manajer saat menjalankan fungsi manajemen. Penilaian kinerja merupakan salah satu faktor kunci untuk mengembangkan organisasi agar lebih efektif dan efisien.

Partisipasi anggaran, Anggaran tersebut  dapat digunakan sebagai alat untuk menilai kinerja suatu organisasi dengan melakukan pengendalian dalam hal pengarahan dan pengendalian individu yang terlibat dalam organisasi.  Partisipasi dalam penyusunan anggaran terjadi apabila adanya keterlibatan dan tingkat pengaruh yang dirasakan oleh individu Partisipasi dosen atau pakar kampus kenyataannya sangat rendah dalam proses penganggaran salah satunya pada Universitas di Yogyakarta. Menurut Sukirno, dampak dari anggaran yang top down, tanpa partisipasi dari para dosen, anggaran universitas atau perguruan tinggi cenderung tidak berkualitas dan sarat kepentingan. Dalam penyusunan anggaran yang menjadi salah satu hal yang perlu diperhatian adalah penganggaran partisipasif (partisipasi dalam menyusun anggaran) dari pegawai yang bertanggung jawab atas pelaksanaan anggaran, baik dalam penyusunan anggaran awal maupun revisi, dengan tujuan untuk mencapai suatu kesepakatan bersama atas anggaran wajar dan dapat dicapai.
Adapun konflik yang terjadi karena tenaga kerja profesional memiliki norma dan sistem nilai yang diperolehnya dalam proses pendidikan berbenturan dengan norma, aturan dan sistem nilai yang berlaku di perusahaan. Berbagai studi sebelumnya menunjukkan bahwa peran ganda ini berpotensi untuk menimbulkan dampak yang merugikan bagi organisasi dengan timbulnya konflik peran. Beberapa bukti empiris menunjukkan bahwa tenaga kerja profesional yang bekerja dalam lingkungan organisasi yang birokratis mengalami konflik peran. Rebele & Michaels (1990) menyatakan bahwa konflik peran digambarkan sebagai derajat tingkat dari ketidakcocokan harapan-harapan yang dikomunikasikan oleh suatu pengirim peran kepada suatu penjabat peran.

Metode dalam jurnal tersebut adalah dengan pengumpulan data penelitian ini dengan pemilihan sampel secara purposive sampling berdasarkan judgement, yaitu dosen yang dijadikan responden adalah mereka yang juga menduduki jabatan struktural di perguruan tinggi masing-masing. Pemilihan tersbut dilakukan dengan harapan mampu memberikan jawaban yang tepat sesuai dengan fokus penelitian. Objek penelitian terdiri dari tiga Perguruan Tinggi Negeri di Jakarta yaitu Universitas Indonesia, Universitas Negeri Jakarta dan Universitas Islam Negeri Jakarta. Data dianalisis menggunakan teknik Moderated Regression Analysis (MRA).

Dan berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan untuk mengetahui pengaruh partisipasi anggaran dan konflik peran terhadap kinerja manajerial dan untukmengetahui apakah keberadaan variabel moderating berupa orientasi profesional akan mempengaruhi interaksi antara partisipasi anggaran dan konflik peran terhadap kinerja manajerial, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: Pertama, partisipasi anggaran tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja manajerial. Hal ini dikarenakan dalam Perguruan Tinggi Negeri proses penyusunan anggaran secara partisipasif baru saja mulai dilakukan sehingga kurang maksimal dalam meningkatkan kinerja manajerial. Kedua, orientasi profesional merupakan variabel moderating karena interaksi partisipasi anggaran terhadap kinerja manajerial dengan orientasi profesional sebagai variabel pemoderasi. Ketiga, konflik peran memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja manajerial. Konflik peran dapat terjadi dikarenakan adanya dua fungsi yang berbeda dimana kedua fungsi tersebut mempunyai dua tujuan yang berbeda. Keempat, orientasi profesional merupakan variabel moderating karena interaksi konflik peran terhadap kinerja manajerial dengan orientasi profesional sebagai variabel pemoderasi.



http://journal.uinjkt.ac.id/index.php/esensi/article/view/4916

Komentar

Posting Komentar