Peranan Ilmu ‘Arudh Dalam Menelaah Bahasa Syair.



Ilmu ‘Arudh Dalam Mmenelaaah Bahasa Syair.

Pada zaman jahiliyah syair merupakan salah satu jenis bahasa arab yang sangat digemari bangsa arab. Syair tersebut didendangkan dalam berbagai pertemuan, seperti di pasar dan di tempat lainnya. Bahasa arab berkarakter sebagai penyair karena lingkungan mereka sangat kondusif. Pada saat ini syair berkembang sesuai dengan imajinasi penyairnya dan para penyairpun bermunculan di tiap-tiap kabilah arab, meraka seperti halnya seorang pemimpin dan orator yang memiliki kedudukan terhormat dalam khalibnya.

Sejarah Ilmu ‘Arudh  bahwa syair adalah catatan kehidupan dan mempunyai kedudukan yang tinggi. Namun, demikian tidak dapat diketahui kapan pertama kali sebuah syair dilantunkan dan siapa yang mengubahnya. Jurji’ Zaidan mengatakan pada mulanya bentuk syair belum sempurna seperti yang kita lihat sekarang. Syair merupakan perkembangan dari ungkapan kata yang bersajak, kemudian menuju ungkapan yang bawaanya sebegaimana tampak pada ungkapan yang di ucapkan oleh Mudhar ibn Nizar ketika ia terjatuh dari untanya. Kemuda mencari bentuk-bentuk perubahan yang terjadi pada tiap-tiap wazan dan selanjutnya hasil dari penelitiannya di tuangkan dalam ilmu yang di beri nama ilmu ;Arudh. Ilmu ini dinamakan ilmu ;Arudh karena Al-Khalil ibn Ahmad Al-Farahidi diilhamni ilmu tersebut ketika bermukin di mekkah. Ia memberikan nama terhadap ilmu penemuanyya itu dengan harapan mendapatkan berkah. 

Peranana Ilmu ‘Arudh ialah yang pertama, untuk mengetahui macam-macam wazan syair. Yang kedua, untuk mengetahui perubahan-perubahan wazan pada syair. Yang ketiga, mempermudah membaca teks syair. Keempat, untuk mengetahui kesalahan teks dalam bait syair. Dan yang kelima, membantu pengembangan bakat syair. 

Susuna syair yang diatur sedemikian rupa terkadang menimbulkan kesulitan bagi pembacanya sehingga maksud dari syair tersebut sulit untuk di pahami. Akan tetapi jika pembaca menguasai Ilmu ‘Arudh maka dapat memudahkan pembaca untuk membaca teks syair. Dalam Ilmu ‘Arudh seseorang dapat mengetahui wazan, bentuk, atau bahar dari syair arab. Seperti, thawil, basit, rajaz, madid dan perubahan pada wazan istilah-istilah yang terkait dengan syair dan ketentuan  dharurat Al-syi’ir. Disamping iu dengan menikmati irama wazan, pembaca dapat mengetahui kesalahan teks syair. Bagi orang yang ingin mengubah syair atau menjadi penyair, Ilmu ‘Arudh, setidaknya memberikan petunjuk teknis untuk si pembaca agar pembaca bisa mudah membaca syair.






Komentar