Penerapan Strategi "Catlisting" Dalam Menulis Paragraf Prosesual.




Menulis adalah salah satu kemampuan berbahasa yang harus dikuasai oleh mahasiswa. Adapun jenis tulisan yang paling dasar adalah menulis paragraf. Namun masih banyak mahasiswa yang belum mampu menuangkan ide dan gagasannya ke dalam bentuk paragraf salah satunya paragraf prosesual. Artikel ini merukapan penjabaran dari penelitian yang bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan antara menulis paragraf prosesual yang diajarkan dengan menggunakan strategi catalisting dengan mahasiswa yang diajarkan melalui strategi konvensional. 

Strategi Pembelajaran Catalisting yang di lakukan pada ada dasarnya pembelajaran merupakan suatu proses yang kompleks dan rumit yang melibatkan berbagai aspek yang saling berkaitan. Dalam proses pembelajaran, peserta didik tidak hanya bersikap pasif dalam menerima materi pelajaran tetapi juga harus aktif dan saling berinteraksi. Interaksi ini terjadi tidak hanya timbal balik antara peserta didik dengan guru tetapi juga berinteraksi dengan sesamanya (peserta didik yang lain). Dengan kata lain, kegiatan pembelajaran merupakan kegiatan yang dilakukan oleh dua orang pelaku yaitu guru dan peserta didik dengan perilaku guru yang disebut mengajar dan perilaku siswa disebut pembelajar.

Banyak strategi pembelajaran yang dapat digunakan dalam menulis dasar (menulis paragraf prosesual). Dari sekian banyak stretegi tersebut ada strategi yang sederhana, sistematis, namun tergolong mudah dilakukan oleh dosen. Strategi tersebut adalah strategi catalisting (bacalah, tatalah, tulislah, dan suntinglah). Strategi ini merupakan bentuk lain dari pendekatan proses yang terdiri atas beberapa tahapan, yaitu tahap pramenulis, membuat draf, menyunting, merevisi, dan mempublikasikan. Dari lima tahapan pada pendekatan proses itulah maka diturunkan atau dikembangkan strategi catalisting.

Dalam kegiatan komunikasi sehari-hari, kemampuan menulis memiliki peranan yang cukup penting. Kemampuan ini berperan penting dalam menyampaikan pesan dan informasi kepada orang lain secara tidak langsung. Kemampuan tersebut bahkan sangat dibutuhkan dalam konteks akademik atau ilmiah maupun nonakademik. Kemampuan menulis ini merupakan salah satu dari empat kemampuan berbahasa yang harus dimiliki oleh peserta didik. Keempat kompetensi berbahasa tersebut saling berkaitan dan memiliki hubungan, sehingga proses penguatan salah satu keterampilan tersebut membutuhkan kemampuan yang lainnya

Paragraf Prosesual dalam pembelajaran menulis akademik, biasanya silabus yang disusun oleh dosen selalu mengurutkan jenis-jenis tulisan. Pada bagian permulaan disajikan tulisan yang berukuran kecil, sedang, dan dilanjutkan dengan tulisan yang berukuran kompleks atau besar. Demikian juga dengan tulisan dalam bentuk paragraf, disajikan pada bagian awal untuk mata kuliah Bahasa Indonesia. Hal ini wajar dilakukan oleh para dosen dan pengajar karena memang peserta didik harus diperkenalkan dari bagian terkecil lalu kemudian menuju ke bagian yang lebih besar. Pengembangan paragraf dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, antara lain pargraf naratif, deskriptif, prosesual, komparatif, dan definitif. Salah satu jenis paragraf yang disebutkan sebelumnya adalah paragraf prosesual. Paragraf ini merupakan jenis paragraf yang menjelaskan tentang proses dalam membuat, menyusun atau melakukan sesuatu yang dijabarkan secara jelas melalui serangkaian tahapan.

Hasilnya ialah dalam mencapai tujuan pembelajaran, dosen harus menerapkan strategi dalam kegiatannya, salah satunya dengan strategi catalisting. Strategi ini cocok dan tepat digunakan dalam pembelajaran menulis khususnya menulis paragraf prosesual. Penerapan strategi catalisting terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan menulis paragraf prosesual. Strategi ini terbukti berpengaruh lebih positif terhadap hasil kemampuan menulis bagi mahasiswa dibandingkan dengan menggunakan strategi konvensional. 



 




Komentar

Posting Komentar