Hubungan Antara Pengusaan Silang Budaya dan Kemampuan Komunikatif.






Dibandingkan dengan bahasa-bahasa lain, bahasa inggris memiliki peran yang sangat luas dalam berbagi aspek kehidupan manusia, seperti dalam dunia ilmu, teknologi, pendagangan, politik, kebudayaan, dan hubungan antarnegara. Peran tersebut begitu besar, sehingga mmuncul presepsi tidak menguasai bahas inggris berarti dia tertinggal. Dari situ pemerintah Indonesia memberikan prioritas utama berbahasa inggris untuk dipelajari dan juga di kembangkan sebagai bahasa asing. Sebagai bahasa asing bahasa inggris tidak dapat digunakan sebagai alat komunikasi dalam kegiatan pemerintahan, pendidikan, politik, dan bidang lainnya yang melibatkan masyarakat secara luas. Namun pengajaran bahasa asing tetap dilakasanakan agar tujuan pembelajaran tercapai.

Kompetensi dalam kurikulum 2004 diartikan sebagi pengetahuan, keterampilan dan nilai-nilai dasar yang direfleksikan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak secara konsisten dan terus-menerus. Dan dalam kompetansi yang diharapkan ialah siswa dapat menggunakan bahasa inggris sesuai dengan konteks komunikasinya.  Dari sini bahwa kemampuan komunikatif berbahasa inggris dipengaruhi oleh pemahan silang budaya yang menetukan keberhasilan komunikasi dalam berbahasa inggris sebagai medianya. 

Berdasarkan data gabungan yaitu sampelnya berjumlah 60 siswa diambil secara acak dari populasi seluruh siswa kelas III  MAN di Jakarta Selatan yaitu MAN 4, MAN 7 dan MAN 13 pada tahun 2004. Dari ketiga MAN di peroleh bahwa  skor tertinggi untuk pemahaman silang adalah 76 berasal dari MAN 7, skor terendah adalah 31 berasal dari MAN 4, skor rata-rata adalah 54,63 dan standart devisnisinya adalah 11,03.

Pengusaan kemampuan komunikatif tidak hanya berpacu pada kemempuan linguistic saja tetapi juga pada pragmatic yang memungkinkan seseorang melakukan interaksi komunikatif secara efektif. Jadi dari pemahana silang budaya berhubungan secara signifikan dengan kemampuan komunikatif bahasa inggris siswa MAN Jakarta Selatan. Bentuk hubungan dapat dijelaskan maka semakin tinggi pemahaman silang budaya siswa maka makin tinggi pula kemampuan komunikatif bahasa inggrisnya.






Komentar