Artikel
ini menjelaskan tentang penelitian yang bertujuan untuk mengevaluasi kinerja
berdasarkan implementasi Sistem Pengendalian Intern (SPI) pada Kantor Cabang
Pembantu Bank XYZ Palembang. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 48 responden
pegawai Kantor Cabang Pembantu Bank XYZ Palembang. Penelitian tersebut
menggunakan eknik analisis data yaitu melalui deskriptif kualitatif melalui
pendeskripsian hasil rekapitulasi jawaban responden pada kuesioner
penelitian.
Hasil
penelitian ini menunjukan bahwa manajemen kinerja sudah mulai terdukung dengan
penerapan SPI yang dinilai sudah memadai. Akan tetapi masih terbatasnya
penerapan penilaian kinerja untuk unsur finansial menyebabkan kinerja SPI untuk
penyelesaian tindak lanjut temuan audit pada Kantor Cabang dinilai belum
optimal. Oleh karena itu, perlu perhatian penerapan SPI yang juga memfokuskan
pada unsur non finansial yang juga sangat menunjang kinerja perusahaan baik
langsung maupun tidak langsung. Penelitian ini diharapkan mampu memberikan
suatu gambaran mengenai kaitanevaluasi kinerja perusahaan dengan implementasi
SPI yang efektif dan efisien khususnya yang berkaitan dengan penyelesaian
tindak lanjut terhadap temuan audit.
Hal
yang terkait dengan SPI yakni salah satunya pada penyelesaian tindak lanjut
temuan audit yang selama ini dianggap bukanlah merupakan hal yang sifatnya
perlu didahulukan dalam penyelesaiannya oleh pihak manajemen Kantor Cabang
Pembantu. Padahal ini merupakan salah satu komponen dalam penilaian kinerja
bank, terkait dengan masih utamanya ukuran-ukuran finansial dalam pencapaian
target bagi Kantor Cabang Pembantu dalam mengukur kinerja keberhasilan. Adanya
peraturan-peraturan bagi perbankan yang harus melaporkan kegiatan serta
aktivitasnya pada Bank Sentral maupun pihak-pihak yang terkait dengan penilaian
bagi bank membuat diperlukannya target pekerjaan yang bersifat non finansial
atau administrasi semakin diperlukan terlebih lagi dengan akan diterapkannya
system pengendalian internal .
Adapun
tujuannya dari evaluasi kerja adalah untuk menjamin pencapaian sasaran atau
tujuan perusahaan. Sedangkan maksud dari evaluasi kinerja adalah untuk
mengetahui: Pencapaian sasaran perusahaan, Pencapaian sasaran unit kerja,
Pencapaian sasaran kelompok, dan Pencapaian sasaran individu (Simanjuntak
2005).
Tresnawati
(2012) membuktikan dari penelitannya
mengenai Pengaruh Efektifitas Pengendalian Intern Terhadap Kinerja
Instansi Pemerintah di Dinas Pendapatan Daerah Kota Bandung. Bahwa pengendalian
internal memiliki pengaruh positif terhadap kinerja pada Dinas Pendapatan
Daerah Kota Bandung.
Menurut
tingkat eksplanasi, penelitian ini menggunakan penelitian komparatif, yaitu
penelitian yang bersifat membandingkan dengan mencari fakta yang ada di
perusahaan dengan interprestasi yang tepat berdasarkan pada literatur
kepustakaan. Hasil penelitian dari artikel ini menunjukan bahwa manajemen
kinerja sudah mulai terdukung dengan penerapan SPI yang dinilai sudah memadai.
Akan tetapi masih terbatasnya penerapan penilaian kinerja untuk unsur finansial
menyebabkan kinerja SPI untuk penyelesaian tindak lanjut temuan audit pada
Kantor Cabang dinilai belum optimal. Oleh karena itu, perlu perhatian penerapan
SPI yang juga memfokuskan pada unsur non finansial yang juga sangat menunjang
kinerja perusahaan baik langsung maupun tidak langsung.
http://journal.uinjkt.ac.id/index.php/akuntabilitas/article/view/5747

👍👍👍
BalasHapus