![]() |
| Salah satu contoh bangunan Cina yaitu Masjid Al-Mansyur |
Kedatangan
orang cina tidak dapat kita pungkiri dari kedatangannya ke Asia Tenggara yang
sudah di mulai sejak abad-abad awal masehi, yang mengalami diversitas komunitas
yang beragam, diantaranya diveritas agama dan suku. Pada masa kolonoal merka
lebih sering disebut Cina Keturunan atau Cina Peranakan. Masing-masing memiliki
nama suku yang berbeda. Dari segi agama mereka menganut berbagam agama dan di
antaranya islam.
Hubungan
Cina dan Asia Tenggara pada masa dinasti Ming bertambah kuat, yang pertama
karna untuk mensosialisasikan terjadinya peralihan kekuasaan dari Yuan (Mongol)
ke Ming kepada negeri yang selama ini yang memberikan upeti dan yang kedua
adanya peningkatan hubungan perdagangan. Beberapa kerajaan di Asia Tenggara
mengirim banyak misi penyerahan uperi agar transaksi dagang lebih sering
dilakukan dan barang-barang bertambah untuk diekspor ke Cina.
Sejak
islam berkuasa di Jakarta (Sunda Kelapa, Batavia) hingga VOC, penduduknya sudah
sangat heterogen. Heterogenitas social sangat telihat adanya beragam suku-suku
yang menghuni di Jakarta serta status social dan budayanya. Seperti pertama,
orang Eropa-Asia “Indo”. Kedua, orang Jepang (orang jepang di bawa oleh VOC ke
Jakarta). Ketiga, orang mardijkers dan papanger. Keempat, orang papanger atau
pampangos. Kelima, orang afrika. Keenam, orang arab. Ketujuh, orang india.
Kedelapan, orang melayu. Kesembilan, orang bali. Dan kesepuluh, orang cina.
Arsitektur
Cina Kuno berdasar pada aturan dan keseimbangan, kayu balok pwesegi dan
kemudian tanah liat merupakan komponen utama. Tiang-tiangnya menopang atap yang
berbentuk bujur sangkar bertumpang dua atau lebih. Konstruksi atap inilah yang
paling banyak mendapat perhatian para peneliti. Bangunan berarsitekstur Cina
yang terdapat si Jakarta dan masuk BCB (Benda Cagar Budaya) ialah :
1. Bangunan
langgam cina di Jl. Balongan
2. Masjid
Al-Mansur
3. Masjid
Angke
4. Masjid
Tambora
5. Masjid
Krukut
6. Masjid
Kebon Jeruk

Komentar
Posting Komentar