![]() |
| Teater FITK, BERITA UIN Online |
Guru memiliki tanggung jawab besar dalam
menjelaskan falsafah dan amanat yang dikandung dalam Pancasila maupun
Undang-Undang Dasar 1945. Keberlangsungan pemahaman dan pengamalan nilai-nilai
yang dikandung keduanya harus difahami oleh para calon pendidik masa depan.
Demikian disampaikan Anggota Komisi X
(Pendidikan, Olah Raga, dan Sejarah) DPR RI, Anang Hermansyah, dalam Sarasehan
Kebangsaan Aktualisasi Nilai-Nilai Pancasila dan UUD 1945 sebagai Nilai
Fundamental Bangsa Indonesia di Ruang Teater, Gedung FITK, Rabu, 6
Desember 2017. Anang menjadi narasumber tunggal dalam sarasehan yang digelar
Dewan Eksekutif Mahasiswa FITK dan Himpunan Mahasiswa Jurusan PAI.Menurut anggota
DPR yang musisi ini, peran guru dibutuhkan dalam penumbuhan literasi di
kalangan masyarakat. Tak hanya literasi dari aspek akademik, literasi juga
dibutuhkan di aspek kehidupan sebagai warga Negara.
“Dan guru adalah profesi yang luar biasa.
Ia harus bisa menjadi aktor terdepan dalam penumbuhan jiwa pancasila dan
pengamalan UUD 1945, agar bisa mencetak generasi yang terkualifikasi dan
cemerlang,” kata Anang.Untuk itu, Anggota DPR dari Dapil Jawa Timur IV,
berharap para mahasiswa FITK yang dipersiapkan menjadi tenaga pendidik
mempersiapkan diri memperkuat pemahaman di aspek literasi kebangsaan.
“Sebenarnya, profesi bidang apapun memiliki tantangan yang spesifik di
Indonesia, termasuk profesi pendidik,” tambahnya.

Komentar
Posting Komentar