http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/34435
Pesantren Madani Alauddin Pao-Pao Makassar didirikan oleh Yayasan Keluarga Besar UIN Alauddin Makassar. Pesantren ini memiliki perpustakaan yang berada di lokasi pesantren tepatnya di samping ruangan guru. Perpustakaan Pesantren Madani Alauddin Pao-Pao sudah menerapkan sistem otomasi perpustakaan dan ruangannya sudah dilengkapi dengan fasilitas , seperti komputer dan AC. Tetapi, perpustakaan masih kurang menerapkan aspek keindahan penataan ruangan.
Tata ruang perpustakaan Pesantren Madani Allaudin Pao-Pao juga terlihat kurang menarik dan kurang nyaman. Hal tersebut terjadi karena tidak adanya fasilitas meja baca, kurangnya jumlah rak, dan banyaknya tumpukan kardus berisi buku di sekitar rak yang mengganggu kenyamanan pemustaka, sehingga tata ruang perpustakaan Pesantren Madani Aluddin Pao-Pao belum sesuia dengan Standar Nasional Perpustakaan (SNP). Ada juga masalah lainnya bahwa pesantren tidak memiliki banyak ruangan sehingga perpustakaan dan laboratorium komputer digabung menjadi satu ruangan dan hanya dibatasi oleh rak buku. Dan itulah yang menyebabkan pemustaka kurang nyaman berada di dalamnya. Salah satu cara agar perpustakan tetap berada pada fungsi perpustakaan dan tujuannya, maka perpustakaan Pesantren Madani Alauddin Pao-Pao perlu menerapkan Manajemen Tata Ruang.
Manajemen adalah pencapaian sasaran-sasaran organisasi dengan cara yang efektif dan efesien melalui perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinana, dan pengendalian sumber daya organisasi. Sedangkan Tata Ruang adalah pengaturan dan penyususnan seluruh mesin kantor, serta perabot kantor pada tempat yang tepat sehingga pegawai dapat bekerja dengan baik nyaman, leleuasa dan bebas bergerak, sehingga tercapai sefesiensi kerja.
Berdasrkan penelitian dan pembahasan manajemen tata ruang perpustakan Pesntren Madani Alauddin Pao-Pao dan Standar Nasional Perpustakaan (SNP 009:20011) tentang ruangan perpustakaan dapat di simpulkan :
1. Pesantren Madani Alauddin Pao-Pao masih dalam tahap pembangunan sehingga ruangannya belum terllau banyak dan untuk memanfaatkan itu perpustakaan dan laboratorium komputer di gabung menjadi satu ruangan dampaknya kembali ke pemustaka yang tidak dapat konsentrai atau merasa sangat ternggagu apabila ia membaca dan ada juga santri yang belahar si laboraturium, sistem tata ruang yang digunakan perpustakaan Pesantren Madani Alauddin Pao-Pao adalah sistem tata baur yang dimana penempatan koleksinya yang dicampur dengan ruang baca agar pemustaka lebih mudah mengambil dan mengembalikan sendiri buku. Perpustakaan Pesantren Madani Aluddin Pao-Pao memiliki 2 buah meja akan tetapi tidak memiliki kursi baca sebab perpustakaan Pesantren Madani Alauddin Pao-Pao menggunakan sistem lesehan atau duduk dilantai yang beralaskan tikar atau karpet. Perpustakaan Psantren Madani Alauddin Pao-Pao juga memiliki ventilasi udata akan tetapi tertutupi dengan karya santri-santri yang berbahan kayu dan dos sebab perpustakaannya mengunakaan AC. Sistem pencahayaan di Pesantren Madani Alauddin Pao-Pao menggunakan cahaya matahari langsung yang menembus jendela-jendela perpustakaan.
2. Ruangan perpustakaan Pesantren Madani Alauddin Pao-Pao terkait dengan kebuthan pemustaka sudah terpenuhi untuk bagian are perpustakann dan lokasi perpustakaan sebagaimana yang ada dalam Standar Nasional Perpustakaan (SNP 009:2011) . Hanya saja gedung atau ruang perpustakaan dan sarana perpustakaan Pesantren Madani Alauddin Pao-Pao yang belum memenuhi Standar Nasional Perpustakaan (SNP 009:2011) sebagimana mestinya. Namun pihak sekolah maupun pihak perpustakaan akan berusaha dalam mmenuhi sarana tersebut.
Artikel Oleh : Muhammad Azwar & Agung Nugraha Rusti
http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/34435

👍
BalasHapusGood��
BalasHapus